Kesehatan Dengan Dudaya Bisa Menghasilkan Batik, Bagaimana Caranya?

Masih dalam rangkaian acara Bravo Madame, Galeries Lafayette Jakarta menghadirkan sebuah acara yang memadukan antara kesehatan dengan budaya.

Acara ini sebagai bentuk kesadaran terhadap banyaknya wanita yang didiagnosa kanker, terutama kanker payudara.

“Angka kejadian kanker payudara ini lebih tinggi, baru kemudian disusul dengan kanker serviks,” tutur Shendy Yusuf, Ketua Yayasan Kesehatan Payudara Jawa Barat dan Ketua Yayasan Batik Jawa Barat, dalam acara Bravo Madame di Galeries Lafayette Jakarta, Kamis (20/10/2016).

Shendy melanjutkan, acara ini merupakan kolaborasi antara budaya dengan mendukung kesehatan. Hal ini terlihat dari acara lelang batik, yang merupakan koleksi batik berusia puluhan tahun milik Riana Kusuma.

“Koleksi batik ini dilelang yang hasilnya nanti digunakan untuk memeriksakan mammografi untuk masyarakat yang tidak mampu di daerah Cilincing,” ucapnya.

Lalu, batik koleksi Riana ini tentunya terdiri dari wastra khas Jawa Barat, di antaranya ada motif merak ngibing, terang bulan, dan lereng seling kembang.

Dari enam kain batik yang dilelang ini terkumpul lebih dari Rp 10 juta yang nantinya akan disumbangkan.

Setelah lelang batik ini, hadir pula 10 busana dari batik-batik Jawa Barat yang merupakan hasil karya perancang busana Indonesia Deden Siswanto dan menggunakan kain batik koleksi milik Batik Komar.

0 Response to "Kesehatan Dengan Dudaya Bisa Menghasilkan Batik, Bagaimana Caranya?"

Posting Komentar